Entri Populer

Jumat, 04 November 2011

PENGUMUMAN UNTUK SELURUH MAHASISWA

Menyikapi adanya selisih data mahasiswa yang registrasi di Fakultas dan Prodi, maka diumumkan untuk seluruh mahasiswa segera mengumpulkan foto copy pembayaran registrasi dari Fakultas paling lambat hari Jumat, tanggal 11 Nopember 2011 langsung kepada Kaprodi Pendidikan Teknik Mesin.

Atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terimakasih.


TTD
KAPRODI PENDIDIKAN TEKNIK MESIN

Senin, 17 Oktober 2011

Peserta Mata Kuliah Seminar Semester Ganjil 2011/2012

 
No  NIM   NAMA
 
       
1 ACE  108 002 DIAN PRATAMA
2 ACE  108 004 MELKYONO
3. ACE  108 006 AGUSTIA ARMEDI
4. ACE  108 007 VALENTINO PISCESCO
5. ACE  108 012 ATIRTA SARDI
6 ACE  108 013 YUDI KRISTIANTO
7 ACE  108 014 ANOLTI YOHANDI
8 ACE  108 016 SETIADI
9 ACE  108 020 M HARRY T. PAMAYUNGAN
10 ACE  108 021 TRIYO UTOMO
11 ACE  108 023 FIVE SUGIARTO
12 ACE  108 025 NADAB RIANTO
13 ACE  108 027 THOMAS ALPADISON
14 ACE  108 028 AGUS DIANTO
15 ACE  108 033 MUHAMMAD CHAIRUL
16 ACE  108 034 FERDINAN
17 ACE  108 036 VICTOR ADITYA
18 ACE  108 039 TRISAYUBI
19 ACE  108 042 ENUARDO RENDRA
20 ACE  108 046 DAVID OMEGA
21 ACE  108 047 ENDOS
22 ACE  109 007 JIMMY SIBAGARIANG
23 ACE  109 024 MUHAMMAD JULKIPLI
24 ACE      Yang namanya belum masuk absen segera daftar kepada dosen pengampu mata kuliah seminar
25 ACE     
26 ACE       
27 ACE       
28 ACE       
29 ACE       
30 ACE       

Tugas Mata Kuliah Seminar Pendidikan Teknik Mesin Semester Ganjil 2011/2012

Masing-masing peserta mata kuliah seminar dapat menilai makalah sesama temannya dengan kriteria-kriteria berikut :
1. konsistensi antara judul makalah dengan isi makalah yang dibahasnya. Judul makalah harus mencerminkan isi, harus jelas dan terbatas ruang lingkupnya. Dalam judul makalah harus sudah tergambarkan variabel yang dibahas serta permasalahan yang mungkin muncul dan perlu dicarikan pemecahannya.
2. ketajaman merumuskan masalah yang terdapat dalam judul tersebut. Hal ini tercermin dalam pertanyaan-pertanyaan yang diajukan untuk dibahas dalam makalah yang ditulisnya. Apakah pertanyaan tersebut problematik, memungkinkan jawabannya dikaji secara ilmiah (kejelasan teori, konsep, prinsip, postulat, dan asumsi-sumsi dari khazanah ilmu pengetahuan). Kajian sifatnya mendalam dan menyeluruh, mengandung manfaat atau kegunaan dari pemecahan/pembahasan masalah bagi dunia ilmu pengetahuan atau bagi kepentingan kelembagaan yang relevan.
3. jawaban atau pembahasan masalah yang terdiri dari berbagai kemungkinan/alternatif yang kebenarannya didukung oleh teori keilmuan yang relevan dengan tema permasalahan atau judul makalah. Sistimetika jawaban masalah disajikan secara teratur, logis, dan rasional, ada keterkaitan antara masalah yang satu dengan masalah yang lainnya.
4. kesimpulan yang ditarik dari pembahasan masalah yang harus betul-betul merupakan sintesis dari uraian pembahasan masalah, merupakan salah satu alternatif jawaban masalah yang paling baik dari berbagai kemungkinan yang telah diajukan atau dibahas, dapat memberikan saran dan rekomendasi lebih lanjut, baik dari segi keilmuan maupun bagi kepentingan kelembagaan (memiliki daya guna).
5. tata cara penulisan, baik dari segi bahasa maupun teknik penulisan dan wajah panggung makalah. Dari segi bahasa harus dapat dimengerti atau mudah ditangkap oleh pembacanya, bahasanya sederhana sesuai dengan ketentuan aturan bahasa yang berlaku dan penuh dengan proposisi ilmiah. Teknik penulisan seperti notasi ilmiah, kutipan, catatan kaki, dan lain-lain, konsisten dengan aturan yang dipakainya. Wajah panggung makalah menarik dan simpatik sehingga mengundang pembaca untuk memiliki dan mempelajarinya.
6. apabila makalah itu harus disampaikan secara lisan di mula forum pertemuan ilmiah, cara penyajian atau penuturannyha hendaknya tidak bertele-tele dan tidak dibacakan, tetapi dijelaskan pokok-pokoknya secara sistematis, sesuai dengan isi tulisan. Sertakan bagan-bagan atau diagram (kalau perlu) untuk memudahkan pendengar mengikuti uraian pembawa makalah.

Tugas Mata Kuliah Seminar Pendidikan Teknik Mesin Semester Ganjil 2011/2012

Pengertian Karya Ilmiah: Terdiri dari kata karya dan ilmiah; karya artinya kerja, berbuat dan ilmiah, artinya bersifat ilmu. Ilmu adalah pengetahuan yang telah teruji kebenarannya melalui metode ilmiah. Oleh sebab itu, ilmu pada hakekatnya adalah pengetahuan ilmiah. Karya ilmiah biasanya ditampilkan dalam bentuk makalah ilmiah, skripsi, tesis, disertasi, dan hasil penelitian. Karya ilmiah disusun secara sistematis menurut aturan atau kaidah tertentu berdasarkan hasil dari berpikir ilmiah. Dalam hal ini tidak semua karya tulis dinamakan karya ilmiah, sebab tidak semua proses berpikir adalah berpikir ilmiah. Secara umum dapat dibedakan dua pola berpikir, yakni berpikir deduktif dan berpikir induktif.
Apa dan bagaimana Makalah Ilmiah
Dilihat dari cara berpikir, kita dapat membedakan makalah hasil berpikir deduktif dan makalah hasil berpikir induktif. Makalah yang ditulis berdasarkan hasil berpikir deduktif pada hakikatnya adalah tulisan yang membahas atau memecahkan suatu masalah atas dasar kajian teori dari khasanah ilmu pengetahuan.  Pada makalah ini paling tidak ada tiga bagian pokok yang harus ada, yaitu: (a) permasalahan dan hipotesis, (b) pembahasan atau pemecahan masalah secara teoritis, (c) kesimpulan pembahasan.
Makalah hasil berpikir induktif, kesimpulan ditarik atas dasar data empiris setelah sebelumnya dilakukan verifikasi data. Makalah yang dibuat atas dasar berpikir induktif, salah satunya dapat dilakukan melalui pendeskripsin gejala dan peristiwa berdasarkan pengamatan lapangan. Contoh, mahasiswa jurusan pendidikan Teknik Mesin datang ke sekolah  untuk mengamati pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru, kemudian hasil -hasilnya dilaporkan/ditulis. Apa yang ditulis mahasiswa adalah fakta, gejala, atau kejadian yang diamatinya di lapangan, kemudia diberi komentar dan pembahasan berdasarkan teori-teori yang berkenaan dengan pelaksanaan pembelajaran di nsekolah. Dengan membandingkan apa yang diamatinya di lapangan dengan apa yang seharusnya menurut teori, mahasiswa dapat menarik kesimpulan, setidak-tidaknya dapat menilai bagaimana kondisi sekolah itu dalam dalam hal pelaksanaan pembelajarannya.