Masing-masing peserta mata kuliah seminar dapat menilai makalah sesama temannya dengan kriteria-kriteria berikut :
1. konsistensi antara judul makalah dengan isi makalah yang dibahasnya. Judul makalah harus mencerminkan isi, harus jelas dan terbatas ruang lingkupnya. Dalam judul makalah harus sudah tergambarkan variabel yang dibahas serta permasalahan yang mungkin muncul dan perlu dicarikan pemecahannya.
2. ketajaman merumuskan masalah yang terdapat dalam judul tersebut. Hal ini tercermin dalam pertanyaan-pertanyaan yang diajukan untuk dibahas dalam makalah yang ditulisnya. Apakah pertanyaan tersebut problematik, memungkinkan jawabannya dikaji secara ilmiah (kejelasan teori, konsep, prinsip, postulat, dan asumsi-sumsi dari khazanah ilmu pengetahuan). Kajian sifatnya mendalam dan menyeluruh, mengandung manfaat atau kegunaan dari pemecahan/pembahasan masalah bagi dunia ilmu pengetahuan atau bagi kepentingan kelembagaan yang relevan.
3. jawaban atau pembahasan masalah yang terdiri dari berbagai kemungkinan/alternatif yang kebenarannya didukung oleh teori keilmuan yang relevan dengan tema permasalahan atau judul makalah. Sistimetika jawaban masalah disajikan secara teratur, logis, dan rasional, ada keterkaitan antara masalah yang satu dengan masalah yang lainnya.
4. kesimpulan yang ditarik dari pembahasan masalah yang harus betul-betul merupakan sintesis dari uraian pembahasan masalah, merupakan salah satu alternatif jawaban masalah yang paling baik dari berbagai kemungkinan yang telah diajukan atau dibahas, dapat memberikan saran dan rekomendasi lebih lanjut, baik dari segi keilmuan maupun bagi kepentingan kelembagaan (memiliki daya guna).
5. tata cara penulisan, baik dari segi bahasa maupun teknik penulisan dan wajah panggung makalah. Dari segi bahasa harus dapat dimengerti atau mudah ditangkap oleh pembacanya, bahasanya sederhana sesuai dengan ketentuan aturan bahasa yang berlaku dan penuh dengan proposisi ilmiah. Teknik penulisan seperti notasi ilmiah, kutipan, catatan kaki, dan lain-lain, konsisten dengan aturan yang dipakainya. Wajah panggung makalah menarik dan simpatik sehingga mengundang pembaca untuk memiliki dan mempelajarinya.
6. apabila makalah itu harus disampaikan secara lisan di mula forum pertemuan ilmiah, cara penyajian atau penuturannyha hendaknya tidak bertele-tele dan tidak dibacakan, tetapi dijelaskan pokok-pokoknya secara sistematis, sesuai dengan isi tulisan. Sertakan bagan-bagan atau diagram (kalau perlu) untuk memudahkan pendengar mengikuti uraian pembawa makalah.
1. konsistensi antara judul makalah dengan isi makalah yang dibahasnya. Judul makalah harus mencerminkan isi, harus jelas dan terbatas ruang lingkupnya. Dalam judul makalah harus sudah tergambarkan variabel yang dibahas serta permasalahan yang mungkin muncul dan perlu dicarikan pemecahannya.
2. ketajaman merumuskan masalah yang terdapat dalam judul tersebut. Hal ini tercermin dalam pertanyaan-pertanyaan yang diajukan untuk dibahas dalam makalah yang ditulisnya. Apakah pertanyaan tersebut problematik, memungkinkan jawabannya dikaji secara ilmiah (kejelasan teori, konsep, prinsip, postulat, dan asumsi-sumsi dari khazanah ilmu pengetahuan). Kajian sifatnya mendalam dan menyeluruh, mengandung manfaat atau kegunaan dari pemecahan/pembahasan masalah bagi dunia ilmu pengetahuan atau bagi kepentingan kelembagaan yang relevan.
3. jawaban atau pembahasan masalah yang terdiri dari berbagai kemungkinan/alternatif yang kebenarannya didukung oleh teori keilmuan yang relevan dengan tema permasalahan atau judul makalah. Sistimetika jawaban masalah disajikan secara teratur, logis, dan rasional, ada keterkaitan antara masalah yang satu dengan masalah yang lainnya.
4. kesimpulan yang ditarik dari pembahasan masalah yang harus betul-betul merupakan sintesis dari uraian pembahasan masalah, merupakan salah satu alternatif jawaban masalah yang paling baik dari berbagai kemungkinan yang telah diajukan atau dibahas, dapat memberikan saran dan rekomendasi lebih lanjut, baik dari segi keilmuan maupun bagi kepentingan kelembagaan (memiliki daya guna).
5. tata cara penulisan, baik dari segi bahasa maupun teknik penulisan dan wajah panggung makalah. Dari segi bahasa harus dapat dimengerti atau mudah ditangkap oleh pembacanya, bahasanya sederhana sesuai dengan ketentuan aturan bahasa yang berlaku dan penuh dengan proposisi ilmiah. Teknik penulisan seperti notasi ilmiah, kutipan, catatan kaki, dan lain-lain, konsisten dengan aturan yang dipakainya. Wajah panggung makalah menarik dan simpatik sehingga mengundang pembaca untuk memiliki dan mempelajarinya.
6. apabila makalah itu harus disampaikan secara lisan di mula forum pertemuan ilmiah, cara penyajian atau penuturannyha hendaknya tidak bertele-tele dan tidak dibacakan, tetapi dijelaskan pokok-pokoknya secara sistematis, sesuai dengan isi tulisan. Sertakan bagan-bagan atau diagram (kalau perlu) untuk memudahkan pendengar mengikuti uraian pembawa makalah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar